Bau Normal Dan Tidak Normal Pada Bayi, Serta Cara Mengatasinya

Artikel ini membantu bunda mengetahui lebih lanjut tentang penyebab bau badan bayi, bau badan normal dan tidak normal pada bayi, serta cara mengatasinya.

baby body odor

Bayi sering kali memiliki bau badan tertentu. 

Misalnya saja mungkin berbau susu, barang-barang bayi, atau memiliki bau yang menyengat bahkan asem jika pakaian mereka kotor atau jika tidak dimandikan tepat waktu.

Sebagai seorang ibu,

kemungkinan besar bunda tentu akan sangat peka terhadap bau anak. 

Jika anak bunda memiliki bau badan yang aneh, bau buah, atau bau yang tidak biasa, cari bantuan dokter anak untuk mengetahui penjelasan yang mendasari bau badan spesifik bayi.

Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab bau badan anak, bau badan yang terbilang normal dan tidak normal pada bayi, serta cara mengatasinya.

Bau Badan Normal Pada Bayi

Bau badan berikutnya cukup umum di antara bayi, dan bunda tidak perlu khawatir.

1. Bau seperti susu

Bayi biasanya berbau susu. Bau badan yang khas menghilang saat konsumsi susu anak bunda berkurang, sehingga mereka beralih ke pola makan yang kuat.

2. Bau asam

Terkadang bayi bunda mungkin memiliki bau badan yang asam, terutama saat mereka meludah.

Bayi mungkin mengalami bau badan yang tidak sedap saat kotoran dan keringat terperangkap di ketiak, area leher, atau lipatan kulit.

Kebersihan yang kurang baik dapat menyebabkan infeksi jamur, iritasi, dan kemerahan pada kulit.

Penyebab Umum Bau Badan Pada Bayi

Beberapa penyebab umum bau badan bayi mungkin termasuk:

  • Polusi dan panas
  • Debu
  • Ketidakseimbangan Diet
  • Berpakaian
  • Lingkungan yang tidak higienis
  • Keringat
  • Air seni
  • Gangguan metabolisme

Jenis Bau Badan Yang Tidak Normal Pada Bayi

Bau badan yang aneh pada bayi Anda mungkin menandakan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti kelainan metabolisme.

Beberapa bau badan yang tidak normal pada bayi adalah sebagai berikut.

1. Bau ikan

Bayi dengan trimethylaminuria primer atau sindrom bau ikan (FOS) akan memiliki bau ikan busuk pada napas, urin, dan keringatnya.

Ini adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh kekurangan enzim yang mencegah tubuh mereka memecah trimetilamina.

Trimethylamine (TMA) diproduksi di usus ketika makanan, seperti telur, kacang-kacangan, beberapa sayuran, ikan, dll dicerna oleh bakteri kolon.

TMA berdifusi melalui membran saluran usus dan mencapai hati di mana ia dimetabolisme menjadi trimetilamina oksida (TMAO) yang tidak berbau.

Bayi dengan penyakit hati, seperti hepatitis virus, mungkin memiliki bau ikan yang membusuk karena TMA tidak dimetabolisme menjadi TMAO di hati mereka.

Gangguan ginjal dapat menyebabkan bau amis karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus. Trimethylaminuria yang disebabkan oleh penyakit hati atau ginjal dikenal sebagai trimethylaminuria sekunder.

2. Bau sirup maple

Jika urine bayi Anda berbau seperti sirup maple atau kue, bisa jadi karena penyakit urine sirup maple (MSUD).

Ini adalah kelainan genetik langka karena kekurangan kompleks enzim yang memecah asam amino (protein) tertentu di dalam tubuh.

Akumulasi asam amino ini dan produk sampingan toksiknya dapat memberikan bau harum yang khas pada urin.

Jika tidak diobati, bayi dapat mengalami disfungsi neurologis dan masalah neurologis lainnya, seperti kejang.

3. Bau apek

Phenylketonuria (PKU) adalah kelainan metabolisme bawaan yang menyebabkan tubuh bayi mengeluarkan bau apek.

Bayi dengan masalah genetik ini mungkin mengalami penurunan metabolisme asam amino yang disebut fenilalanin.

Jika tidak diobati, akumulasi fenilalanin dalam darah dapat menyebabkan ketidakmampuan belajar, masalah perilaku, epilepsi, warna kulit lebih cerah, tremor, dll.

4. Bau buah

Nafas berbau buah merupakan salah satu indikator diabetes tipe 1 pada bayi.

Aroma buah terjadi karena diabetes ketoasidosis (DKA), komplikasi diabetes tipe 1 akibat penumpukan keton di dalam tubuh.

Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetikum dapat mengancam jiwa pada bayi.

5. Bau kubis

Bayi dengan tirosinemia tipe 1 mungkin memiliki bau seperti kubis. Ini adalah kelainan metabolisme genetik di mana kekurangan enzim menyebabkan akumulasi asam amino tirosin dalam darah.

Jika tidak ditangani, ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan, gagal hati, pembesaran limpa, dan masalah fatal lainnya.

6. Bau kaki berkeringat

Asidemia isovalerik dan asidemia glutarat tipe II merupakan kelainan yang menyebabkan bau “kaki berkeringat” pada bayi. 

Meskipun jarang terjadi, Anda mungkin harus membedakan kondisi ini dengan keringat berlebih pada kaki yang dengan sendirinya menyebabkan bau.

  • Asidemia isovaleric adalah kelainan langka yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk memecah asam isovaleric. Penumpukannya menyebabkan bau kaki berkeringat dan gejala lainnya, seperti lesu, gagal tumbuh, kejang, dll
  • Asidemia glutarat tipe II (GA2) adalah kelainan bawaan yang mengganggu metabolisme lemak dan protein dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan bau kaki pada bayi berkeringat. Gejala dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gangguannya. GA2 dapat menyebabkan kelesuan, pola makan yang buruk, perubahan perilaku, dan muntah. Bentuk gangguan yang paling parah terlihat dalam empat minggu pertama setelah kelahiran, dan bayi mungkin mengalami malformasi otak, serta pembesaran jantung dan hati

Jika Anda melihat salah satu dari ini atau bau aneh lainnya, hubungi dokter anak Anda untuk meminta nasihat.

Ingatlah bahwa sebagian besar kondisi ini jarang terjadi, dan mungkin ada penjelasan lain untuk baunya.

Bau badan yang tidak sedap karena kebersihan yang buruk saja dapat diatasi dengan peningkatan kebersihan diri.

Bagaimana Cara Mengatasi Bau Badan Bayi Anda?

Berikut beberapa cara yang dapat Anda pertimbangkan jika bayi Anda memiliki bau badan:

  • Mandikan bayi menggunakan sampo bayi
  • Selalu keringkan dan gunakan pelembab setelah mandi
  • Gunakan bedak bayi untuk mengurangi keringat
  • Gunakan celemek menyusui bayi yang tahan air saat menyusui Bersihkan wajah dan leher bayi setelah makan
  • Dandani bayi Anda dengan pakaian tipis selama musim panas untuk menghindari keringat berlebih
  • Selalu gunakan kaus kaki dan sepatu yang bersih dan kering
  • Cuci pakaian bayi sesering mungkin dan keringkan dengan baik
  • Ganti popok tepat waktu
  • Seka atau cuci dan tepuk-tepuk area genital saat mengganti popok

Jika bayi Anda masih memiliki bau badan yang tidak biasa, konsultasikan dengan spesialis kulit bayi dan periksa pengobatan yang diperlukan.

Jika bayi Anda mengalami bau badan yang menyengat atau aneh, segera konsultasikan dengan dokter.

Jangan panik karena pengobatan dini dan perubahan pola makan dapat membantu bayi Anda memenangkan pertempuran melawan bau badan yang tidak sedap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a comment
error: Alert: Mau copas ya !! Jangan dong, hargai kami!
scroll to top