Intisari dari artikel ini akan membahas,

  • Budaya gaming tidak lagi dilakukan oleh mereka yang introvert, kini generasi muda menggunakannya untuk keuntungan mereka.
  • Semua orang yang terjebak di rumah selama pandemi menemukan kesenangan baru menjadi bagian dari komunitas game.
  • Orang tua dapat menjaga anak-anak tetap aman di komunitas ini dengan mengubah perilaku mereka sendiri dan menjadi lebih terlibat dalam game.

Saya yakin Anda sangat mengenal Jess No Limit dan nama-nama bintang muda lainnya yang sukses mengumpulkan pundi-pundi penghasilan dari bermain game. Mereka muda, dan sudah mampu membiayai hidup hanya dengan bermain game? Dan rupanya ini menjadi motivasi anak Anda untuk berambisi menjadi seperti mereka.

Iklan Ruang Guru (2018) Jess No Limit

Apa itu Budaya Gaming?

Singkatnya, budaya gaming adalah dunia dimana orang-orang yang menikmati video game bersatu untuk membentuk komunitas dengan orang lain yang memahami daya tarik game tersebut.

Jika Anda termasuk orang yang memiliki gambaran bahwa ‘gamer’ sebagai seorang yang kuper, mengenakan hoodies, seringnya berada di ruang gelap Warnet bermain video game kekerasan yang kemudian berani keluar dan membuat kekacauan di jalanan. Itu hanya terjadi dalam beberapa situasi random, tetapi mitos tersebut tetap ada, penelitian psikologis menunjukkan bahwa video game bisa saja ‘merusak’ otak anak muda.

Itu dulu, tapi sekarang gambaran gamer sangat berbeda jauh, mereka banyak uang, jadi model iklan aplikasi belajar online.

Seperti budaya lainnya, budaya gaming adalah sekelompok orang yang melakukan banyak kegiatan dalam hidup dan bersatu melalui kesamaan passion. Gamer memiliki kebiasaan unik untuk permainan yang mereka mainkan, bangga dengan pencapaian yang mereka raih dalam permainan tersebut, mereka bekerja sama untuk mengalahkan musuh, dan membuat kelompok sosial yang saling memahami dan, dalam banyak hal, mengawasi diri sendiri untuk menciptakan tempat aman untuk berkumpul bersama.

Terdengar positif, terutama jika Anda memikirkan tentang budaya gaming dalam hal, bagaimana budaya berkembang dari waktu ke waktu. Nilai-nilai kebersamaan, komunitas global, solidaritas, dan lebih banyak konsep sedang dimainkan untuk membantu gerakan ini bertahan.

Bagaimana budaya gaming berkembang

Budaya gaming saat ini telah berkembang jauh melampaui ruang gelap di warnet. Sementara game perang masih cenderung mendominasi industri video game, cara lain yang melibatkan kompetisi eSports, server Minecraft yang digunakan oleh sekolah untuk mengajarkan kerja tim, matematika, dan sains, dan layanan streaming seperti Twitch telah berevolusi untuk menciptakan komunitas tempat anak-anak generasi terkini belajar, bekerja sama satu sama lain dan menjalin persahabatan sejati, baik secara online maupun secara langsung.

Ratusan ribu orang oh bahkan jutaan, yang bermain bersama tidak sekadar untuk menikmati hidup tapi juga menerapkan konsep game dasar di dunia nyata tentang kerjasama tim, pemikiran yang cermat, dan kerja keras untuk menaklukkan musuh. Jika menurut Anda generasi ini tidak menerapkan keterampilan yang sama ini dalam kehidupan nyata, saya rasa Anda kurang peduli atau kurang cermat melihatnya.

Toxic vs. Healthy Gaming

Akan selalu ada orang jahat di dunia maya yang mencoba membawa hal-hal buruk ke anak-anak Anda. Ini benar-benar terjadi. Orang-orang ini serupa dengan yang Anda tonton di berita televisi tentang penculikan anak atau jaringan perdagangan anak. Bahaya ini harus selalu ditanggapi dengan serius, baik secara langsung maupun online.

Lebih sering, orang tua harus paling khawatir tentang toksisitas obrolan online di mana pelaku intimidasi dapat bersembunyi di balik layar dan mengetik komentar berbahaya ke dalam percakapan sederhana.

Ini bisa menjadi menakutkan bagi anak-anak yang tidak tahu di mana tombol “pengaduan” di obrolan atau justru takut memberi tahu ibu atau ayah bahwa seseorang mengatakan hal-hal buruk kepada mereka secara online. (Jika saya, malas mengadu karena takut handphone saya disita)

Sama seperti situasi toxic lainnya yang mungkin dihadapi seorang anak, game mungkin akan memiliki versi online dalam beberapa cara. Tetap waspada, tetapi yang lebih penting, tetaplah terbuka dan sering-seringlah terlibat dengan anak Anda tentang permainan tersebut dan dengan siapa mereka bermain.

Bagaimana Menjaga Anak-Anak Aman Saat Bermain Game

Meskipun bahaya online memang ada, tentu saja, tapi lihat semakin banyak orang tua yang menemukan bahwa bermain game dapat menjadi instruksional, informatif, dan bahkan menghibur bagi keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa video game sebenarnya dapat meningkatkan fungsi kognitif di wilayah otak yang bertanggung jawab atas orientasi spasial, pembentukan memori, perencanaan strategis, dan keterampilan motorik halus.

Sama seperti melarang anak-anak menonton TV, itu tentu tidak efektif menghentikan mereka diam-diam menonton tanpa sepengetahuan kita, penting untuk berdiskusi dengan anak-anak untuk menetapkan batasan waktu atau menemukan permainan yang membantu mereka mempelajari keterampilan yang menurut Anda sesuai untuk dunia nyata. Setiap anak berbeda; penilaian orang tua harus selalu menjadi keputusan akhir.

Berikut beberapa tip yang telah kami pelajari tentang video game dan anak-anak:

  • Minta anak Anda untuk menunjukkan di mana tombol ‘report player’ berada dan temukan bersama jika mereka tidak tahu.
  • Diskusikan jenis situasi dimana pemain harus dilaporkan dan beri penghargaan kepada anak-anak Anda ketika mereka memberi tahu Anda tentang pemain yang mereka laporkan. beri pengertian kalau mereka ‘bukan pengadu’; tetapi membela diri sendiri dan mengenali situasi toxic ketika mereka melihatnya.
  • Perhatikan anak-anak Anda bermain game. Sebagian besar anak akan terkejut karena Anda tertarik dan dengan senang hati akan menunjukkan seluk beluk permainan ini.
  • Mainkan gamenya sendiri. Anak-anak Anda akan senang menonton Anda dan kemungkinan besar dengan senang hati memberi Anda banyak tips bermain.
  • Belikan mereka game yang mengajarkan kerjasama atau kerja tim. Minecraft, Lego Worlds, Animal Crossing, dan game serupa semuanya melakukan ini dan dapat dimainkan secara mandiri atau bersama orang lain.
  • Beri anak kelonggaran untuk bermain game yang mungkin tampak sedikit menakutkan, jika mereka menginginkannya; jangan secara otomatis mengabaikan game yang mereka inginkan. Tapi tentu Anda perlu mencoba dulu game tersebut, memainkannya sendiri dan memahami bahwa keseluruhan konsep yang diajarkannya tidak berbahaya sama sekali.

Budaya gaming akan terus ada dan anak-anak saat ini tidak akan menghindarinya, juga tidak mau. Tips parenting untuk dipelajari adalah bagaimana tetap terlibat dengan game, memahami bagaimana hal itu berdampak pada anak Anda sendiri, dan kapan harus memberikan atau menangguhkan untuk keluarga Anda sendiri.

Leave your vote

More
Author

Founder Ruangcerita

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Ruangcerita