Kunci Untuk Kebahagiaan Adalah Membantu Orang Lain

sedekah

Kunci kebahagiaan adalah membantu orang lain

Ada pepatah Tiongkok yang berbunyi:

Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama satu jam, tidur siang. Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama sehari, pergilah memancing. Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama setahun, warisi kekayaan. Jika Anda menginginkan kebahagiaan seumur hidup, bantu seseorang.

Selama berabad-abad, para pemikir hebat telah menyarankan hal yang sama: Kebahagiaan ditemukan dengan cara membantu orang lain.

Kita diajarkan sejak masih kecil: Lebih baik memberi daripada menerima. Kata mutiara sederhana, dan tentu sangat mudah dipahami, kita mempraktikkannya pada potongan pertama kue ulang tahun yang kita bagi. Tetapi apakah ada kebenaran yang lebih mendalam untuk menjelaskannya?

Jawaban tegasnya adalah ya. Penelitian ilmiah menyediakan data yang meyakinkan untuk mendukung bukti anekdotal bahwa memberi adalah jalur yang kuat untuk pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan yang langgeng. Melalui teknologi fMRI, kita sekarang tahu bahwa memberi mengaktifkan bagian otak yang sama yang dirangsang oleh makanan dan seks. Eksperimen menunjukkan bukti bahwa altruisme tertanam dalam otak — dan itu menyenangkan. Membantu orang lain mungkin hanya menjadi rahasia untuk menjalani kehidupan yang tidak hanya lebih bahagia tetapi juga lebih sehat, lebih kaya, lebih produktif, dan bermakna.

Tetapi penting untuk diingat bahwa memberi tidak selalu bagus. Yang sebaliknya bisa benar: Memberi bisa membuat kita merasa terkuras dan dimanfaatkan. Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu kamu memberi tanpa perasaan sakit, tetapi sampai terasa hebat:

1. Temukan Passion-Mu

Hasrat kita harus menjadi dasar untuk pemberian kita. Itu bukan seberapa banyak kita memberi, tetapi seberapa besar cinta yang kita berikan. Adalah wajar bahwa kita akan peduli dan tidak begitu banyak tentang penjelasan ini, dan itu tidak masalah. Seharusnya tidak hanya masalah memilih hal yang benar, tetapi juga memilih apa yang tepat bagi kita.

2. Berikan Kamu Waktu

Karunia waktu seringkali lebih berharga bagi penerima dan lebih memuaskan bagi si pemberi daripada hadiah uang. Kita semua tidak memiliki jumlah uang yang sama, tetapi kita semua memiliki waktu di tangan kita, dan dapat memberikan sebagian dari waktu ini untuk membantu orang lain — apakah itu berarti kita mengabdikan hidup kita untuk melayani, atau masing-masing hanya memberikan beberapa jam saja hari atau beberapa hari setahun.

3. Berikan Kepada Organisasi Dengan Tujuan Dan Hasil Yang Transparan

Menurut peneliti dari Harvard Michael Norton,

Memberi suatu alasan yang menentukan apa yang akan mereka lakukan dengan uang Anda mengarah pada lebih banyak kebahagiaan daripada memberi pada sebuah payung sebab di mana Anda tidak begitu yakin ke mana uang Anda pergi.

4. Temukan Cara Untuk Mengintegrasikan Minat Dan Keterampilan Dengan Kebutuhan Orang Lain

Memberi tanpa pamrih, tanpa adanya insting pemeliharaan diri, dengan mudah menjadi luar biasa,” kata Adam Grant, penulis buku Give & Take.

Adalah penting untuk menjadi “orang lain,” yang ia definisikan sebagai keinginan untuk memberi lebih dari yang kamu terima, tetapi tetap memperhatikan kepentinganmu sendiri.

5. Jadilah Proaktif, Bukan Reaktif

Kita semua merasakan ketakutan yang muncul karena dibujuk untuk memberi, seperti ketika teman meminta kita untuk menyumbang untuk penggalangan dana mereka. Dalam kasus-kasus ini, kita lebih cenderung memberi untuk menghindari penghinaan daripada karena kemurahan hati dan kepedulian. Jenis memberi ini tidak menyebabkan perasaan hangat; semakin besar kemungkinan akan menyebabkan kebencian. Sebaliknya, kita harus menyisihkan waktu, memikirkan pilihan kita, dan menemukan amal terbaik untuk nilai-nilai kita.

6. Jangan Merasa Bersalah Dalam Memberi

Saya tidak ingin mencegah orang dari memberi untuk tujuan baik hanya karena itu tidak selalu menghibur kami. Jika kita memberi hanya untuk mendapatkan sesuatu kembali setiap kali kita memberi, ini akan menjadi dunia oportunistik yang mengerikan! Namun, jika kita merasa bersalah untuk memberi, kemungkinan kita tidak akan terlalu berkomitmen pada waktunya untuk penyebabnya.

Kuncinya adalah menemukan pendekatan yang cocok untuk kita. Ketika kita melakukannya, semakin banyak kita memberi, semakin kita berdiri untuk mendapatkan tujuan, makna, dan kebahagiaan — semua hal yang kita cari dalam hidup tetapi sangat sulit ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a comment
error: Alert: Mau copas ya !! Jangan dong, hargai kami!
scroll to top