Episode 2 dari 2
Hari yang Baik dan Hari yang Tidak
Ada yang namanya hari baik dan hari tidak baik. Dengan anxiety, tidak mudah dibedakan.
Ada hari-hari yang secara objektif buruk — banyak kerjaan, atasan tidak baik, macet, lupa makan — tapi anxiety saya tenang.
Dan ada hari-hari yang secara objektif baik — cuaca bagus, tidak banyak kerjaan, makan enak — tapi kepala saya sibuk sendiri.
Psikolog saya menyebutnya floating anxiety. Kekhawatiran yang tidak punya objek yang jelas, yang akan mencari apapun untuk menempel.
Hari ini adalah hari yang tidak baik. Saya bangun dengan perasaan bahwa sesuatu yang salah — tapi tidak tahu apa. Saya periksa semua: kesehatan, pekerjaan, hubungan. Semua tampak baik.
Tapi perasaan itu tetap ada.
Yang saya pelajari setelah empat tahun: kadang tidak ada alasannya. Kadang kepala saya hanya membutuhkan hari itu untuk bising, dan tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali mengakuinya.
Yang lebih berhasil adalah ini: saya akui. Hei, hari ini kepala saya sedang bising. Oke. Itu boleh terjadi. Saya akan menjalani hari ini dengan kepala yang bising, dan besok mungkin berbeda.
Ternyata memberi ruang untuk perasaan yang tidak ingin kita rasakan itu lebih efektif daripada mencoba mengusirnya.
Saya masih memeriksa kompor dua kali sebelum tidur. Tapi sekarang, setelah dua kali, saya bisa pergi tidur.
Itu kemajuan yang kecil. Tapi kemajuan yang kecil tetaplah kemajuan.
Ada hari-hari yang secara objektif buruk — banyak kerjaan, atasan tidak baik, macet, lupa makan — tapi anxiety saya tenang.
Dan ada hari-hari yang secara objektif baik — cuaca bagus, tidak banyak kerjaan, makan enak — tapi kepala saya sibuk sendiri.
Psikolog saya menyebutnya floating anxiety. Kekhawatiran yang tidak punya objek yang jelas, yang akan mencari apapun untuk menempel.
Hari ini adalah hari yang tidak baik. Saya bangun dengan perasaan bahwa sesuatu yang salah — tapi tidak tahu apa. Saya periksa semua: kesehatan, pekerjaan, hubungan. Semua tampak baik.
Tapi perasaan itu tetap ada.
Yang saya pelajari setelah empat tahun: kadang tidak ada alasannya. Kadang kepala saya hanya membutuhkan hari itu untuk bising, dan tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali mengakuinya.
Yang lebih berhasil adalah ini: saya akui. Hei, hari ini kepala saya sedang bising. Oke. Itu boleh terjadi. Saya akan menjalani hari ini dengan kepala yang bising, dan besok mungkin berbeda.
Ternyata memberi ruang untuk perasaan yang tidak ingin kita rasakan itu lebih efektif daripada mencoba mengusirnya.
Saya masih memeriksa kompor dua kali sebelum tidur. Tapi sekarang, setelah dua kali, saya bisa pergi tidur.
Itu kemajuan yang kecil. Tapi kemajuan yang kecil tetaplah kemajuan.
Episode sebelumnyaEpisode 1
Kamu sudah selesai membaca semua episode.
Lihat halaman cerita
Respons
Belum ada respons. Jadilah yang pertama membagikan pemikiranmu.